Apa itu KBLI? Bagaimana Cara Tahu KBLI Usaha Kita?

Apa itu KLBI

Menentukan bidang usaha sering kali menjadi langkah awal sebelum mendirikan perusahaan. Banyak pelaku usaha bingung dengan istilah KBLI atau lebih tepatnya KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia). Ketika seseorang ingin membuat badan usaha, baik melalui jasa pendirian CV, jasa pendirian PT, maupun PT perorangan, kode KBLI menjadi syarat penting untuk menentukan jenis usaha yang dijalankan.

Apa Itu KBLI?

KBLI adalah singkatan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Ini merupakan sistem pengelompokan kegiatan ekonomi di Indonesia yang disusun oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Melalui kode KBLI, setiap kegiatan usaha memiliki identitas yang jelas dan diakui secara hukum. Dengan kata lain, KBLI berfungsi sebagai pedoman resmi untuk menentukan bidang usaha dalam proses perizinan dan legalitas usaha.

Setiap kode KBLI terdiri dari lima digit angka yang mewakili jenis kegiatan tertentu. Misalnya, kode 62010 digunakan untuk kegiatan pengembangan perangkat lunak (software). Kode-kode ini sangat penting saat mengajukan Nomor Induk Berusaha (NIB) di sistem OSS (Online Single Submission), karena menentukan izin usaha yang akan dikeluarkan oleh pemerintah.

Mengapa KBLI Penting untuk Legalitas Usaha?

Setiap bisnis, baik kecil maupun besar, wajib memiliki legalitas usaha agar diakui oleh negara. Salah satu komponen penting dalam proses tersebut adalah menentukan KBLI yang sesuai. Tanpa kode KBLI, pelaku usaha tidak bisa mendapatkan NIB, yang merupakan dasar untuk menjalankan aktivitas bisnis secara sah.

Misalnya, jika Anda menggunakan jasa pendirian PT, konsultan hukum atau notaris akan menanyakan bidang usaha yang ingin dijalankan. Dari situ, mereka akan menentukan kode KBLI yang sesuai. Tanpa KBLI yang tepat, kegiatan usaha bisa dianggap tidak relevan dengan izin yang dimiliki. Akibatnya, bisnis Anda bisa kesulitan dalam proses pengajuan izin operasional, perizinan tambahan, atau bahkan pengajuan penanaman modal asing (PMA).

Selain itu, KBLI juga menjadi dasar penting dalam pelaporan pajak, pengajuan pinjaman usaha, hingga kegiatan ekspor-impor. Artinya, memilih KBLI yang tepat bukan hanya formalitas administratif, tetapi juga strategi agar bisnis Anda bisa berkembang dengan legal dan aman.

Cara Menentukan KBLI Usaha Kita

Menentukan KBLI tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menemukan KBLI yang paling sesuai dengan usaha Anda.

  1. Pahami kegiatan utama bisnis Anda
    Langkah pertama adalah memahami kegiatan inti dari bisnis Anda. Apakah Anda bergerak di bidang perdagangan, jasa, manufaktur, atau teknologi informasi? Identifikasi kegiatan utama ini menjadi kunci untuk menemukan kode KBLI yang tepat.
  2. Gunakan panduan resmi KBLI dari BPS
    BPS menyediakan daftar lengkap KBLI yang dapat diakses publik. Anda bisa mencarinya berdasarkan kata kunci di situs resmi BPS. Misalnya, jika Anda ingin membuka usaha restoran, ketik “makanan” atau “restoran” dan temukan kode yang paling sesuai dengan aktivitas bisnis Anda.
  3. Gunakan bantuan profesional
    Jika Anda masih ragu, menggunakan jasa pendirian CV atau jasa pendirian PT akan sangat membantu. Konsultan legal berpengalaman biasanya sudah terbiasa mencocokkan jenis usaha dengan KBLI yang benar. Mereka juga memastikan KBLI tersebut sesuai dengan peraturan OSS terbaru agar pengajuan NIB berjalan lancar.
  4. Pastikan KBLI sesuai dengan rencana bisnis
    Banyak pelaku usaha yang salah memilih KBLI karena hanya fokus pada kegiatan utama. Padahal, KBLI juga harus mengakomodasi rencana jangka panjang. Misalnya, jika Anda ingin mengembangkan usaha perdagangan ke sektor ekspor, sebaiknya pilih KBLI yang mencakup kegiatan perdagangan luar negeri.
  5. Verifikasi melalui sistem OSS
    Setelah menemukan kode KBLI, Anda bisa mengeceknya di sistem OSS. Sistem ini akan menampilkan izin usaha yang terkait dengan KBLI tersebut. Dengan begitu, Anda bisa memastikan KBLI yang dipilih sudah benar dan legal untuk digunakan.

Perbedaan KBLI untuk Berbagai Jenis Usaha

KBLI berlaku untuk semua bentuk badan usaha di Indonesia, mulai dari perorangan hingga perusahaan besar. Namun, penerapannya bisa berbeda tergantung pada jenis badan hukum.

Untuk PT perorangan, kode KBLI cukup satu jenis usaha utama. Namun, untuk PT biasa atau CV, Anda bisa menambahkan beberapa KBLI sekaligus selama masih relevan dengan kegiatan bisnis yang dijalankan. Contohnya, sebuah perusahaan IT bisa memiliki KBLI untuk pengembangan software sekaligus perdagangan perangkat keras komputer.

Sementara itu, bagi investor asing yang ingin mendirikan perusahaan melalui penanaman modal asing (PMA), KBLI menjadi elemen vital untuk menentukan bidang usaha yang terbuka atau tertutup untuk investasi asing. Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2021 telah mengatur daftar bidang usaha yang bisa diikuti oleh PMA berdasarkan KBLI.

Tips Memilih KBLI agar Tidak Salah

Salah memilih KBLI bisa berdampak panjang bagi bisnis Anda. Berikut beberapa tips yang bisa membantu Anda menghindari kesalahan tersebut.

  • Pilih KBLI yang sesuai dengan rencana bisnis jangka panjang agar tidak perlu revisi izin di kemudian hari.
  • Gunakan layanan konsultan legal yang berpengalaman dalam menentukan KBLI usaha.
  • Hindari memilih KBLI yang tidak sesuai dengan kegiatan aktual, karena bisa menimbulkan masalah saat audit atau pemeriksaan izin.
  • Cek ulang kode KBLI melalui OSS untuk memastikan legalitasnya sesuai dengan peraturan terbaru.

Jika Anda ingin mendirikan perusahaan tanpa repot mengurus kode KBLI dan legalitas usaha, gunakan layanan profesional seperti jasa pendirian CV, jasa pendirian PT, atau bahkan layanan pendirian PT perorangan. Prosesnya cepat, legal, dan didampingi oleh konsultan berpengalaman agar bisnis Anda bisa langsung berjalan tanpa hambatan.

Hubungi Jasa Legal ID untuk konsultasi kebutuhan pendirian legalitas usaha Anda di Bali.

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need Help?